Tak ku ketahui dari mana niatan berubah ini berasal, entah namanya hidayah, maunah, barokah atau apapun itu tak bisa ku bedakan. Tapi aku selalu mengkerutkan keningku jika ada yang bilang begitu, bagiku kata – kata seperti itu sangat menyebalkan dan menyepelekan kuasa Allah, seperti dapat dianalogikan mendapat lotre saja, tanpa adanya usaha kita mau mengerti dan mendengarkan jika Tuhan berkehendak maka akan terlaksana, sungguh enak dan mudah sekali. Tidak – tidak seperti itu, ini bukan seperti itu.
Bagiku, Berjilbab bukan hal yang sulit cukup hanya mengeluarkan sedikit uang saku untuk kain tipis, kemudian melilitkannya di kepala, kemudian mengatur cara tertawa, memandang, pokoknya mengurangi prilaku yang kurang sopan, kemudian aq mulai mengatur cara bergaulku, dan terakhir adalah dengan cara pandangku. Aku serasa menjadi seorang wanita muda yang merasa penuh dan total.
Beberapa tahun yang lampau, aku bukanlah orang seperti ini dan sedikitpun tidak pernah terbesit pikiran seperti ini. Sholat, puasa, mengaji dan mengkaji ajaran –ajaran keislaman adalah hal yang baru yang terlihat membuatku tenang dan menang.
Dari sepotong cara pandang dan pikiranku itu aku berubah, sejak saat iku aku menjadi seorang perfeksionis yang pintar beretorika, segera dapat mengecam segala sesuatu dengan keputusan yang tegas tanpa harus berpikir panjang dan terburu – buru. Pikiran – pikiran lama telah aku buang jauh – jauh dan sedikitpun tak pernah aku gunakan.
Hingga suatu pagi di sela – sela rutinitas aktifitasku kuliah yang menurutku adalah mata kuliah yang membosankan, entah takdir atau apa namanya aku duduk disebelah teman, ya entah kapan kami pernah berteman atau tidak sebelumnya aku sudah lupa. Dia laki – laki yang berambut panjang, bertindik di bibir dan lidahnya, dan jika kami satu kelas sedang membahas sesuatu yang memiliki nilai kemesuman maka dialah maskotnya. Kesimpulan sampai saat itu jika boleh memilih “aku tak suka dia jadi temanku”.
Semula tidak ada yang nampak penting, iseng – iseng aku memulai pembicaraan hingga ke topik yang cukup menyenangkan, singkatnya dari pembicaraan kami yang mengalir dia berucap “ aku menyukai diriku dan semua kekuranganku, jika memang aku ingin berubah maka kekuranganku tidak untuk dibuang tetapi untuk ku daur ulang”. Tiba – tiba aku menjadi sedikit tersentil dan terus teringat hingga hari – hari berikutnya, aku mulai suka bertanya dan berdiskusi dengannya.
Tanpa aku sadari aku merasa terpicu untuk pergi keperpustakaan membaca dan meminjam buku, semakin lama semakin banyak buku yang kubaca kemudian aku tanyakan kembali dengan perspektif pemikiranya. Subhanallah tiba – tiba diriku menjadi tersentak dan menyadari bahwa diriku selama ini sangat kecil dan buruk, aku merasa seseorang yang paling benar dengan diriku saat ini hingga semua yang ada pada diriku sebelumnya aku buang jauh – jauh tanpa ada yang kuambil walaupun itu bagian yang baik.
Semua perubahan yang kulakukan nampak sangat baik dan indah namun kenyataanya perubahan itu lebih buruk dari diriku sebelumnya. Setidaknya sebelumnya meskipun tindakanku sangat buruk tapi aku dengan sehat dapat menyadarinya, sekarang dengan diriku yang baru aku serasa buta meski punya mata, tuli meski ada telinga. Aku begitu sombong dan congkak, begitu nampak indah dan benar diluar bagi mereka yang melihatku karena fisikku saja yang ku benahi, kenyataanya aku adalah seorang pembohong yang jiwanya sempurna sakit.
Dibalik kemunafikanku syukurku kepada Allah swt aku panjatkan, Tuhanku ternyata tak pernah meninggalkanku, sebaliknya Dia mau mengajarkanku bahwa didunia ini tidak ada yang sepele semuanya diciptakan karena ada sesuatu yang perlu dipelajari dan diambil manfaat oleh mahluknya bahkan dari sesuatu yang sangat buruk. Dan mengajarkan bahwa sesungguhnya kesalehan yang sejati ada pada kerendahan hati, pelajaran ini kudapatkan dengan sangat indah. Demi jilbabku yang akan melena tertiup angin, begitupun akan selalu ingin kupelajari bagaimana cara menjadi seseorang yang sedikit menjadi lebih baik.
Terimakasih Ya Allah Ya Tuhanku, Terimakasih lelaki asing dan terimakasih teman – temanku…
Pipied ae, 28 september 2010
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar