Rabu, 29 Desember 2010

MERPATI APA YANG ADA DIPIKARANMU…

Ada seekor merpati  yang  tiba – tiba tersesat dari bangunya di dunia baru yang indah dan penuh keramahan, disana dia bertemu dengan seorang pangeran merpati yang tampan, baik hati, kaya dan berssahaja. Sang pangeran mengajak merpati ke istanannya, mengenalkanya pada orang tuanya dan teman – temanya,semua yang ada disana baik dan kelihatan sangat menyayangi merpati. Sang merpati sangat bahagia karena keinginanya terpenuhi sesuatu hal yang sangat ia impikan sejak kecil yakni mendapatkan mahkota indah di kepalanya dari seorang pangeran telah terpenuhi.
Namun semakin lama dia tinggal disana, merpati mulai bosan ternyata istana yang begitu indah terasa membosankan juga, tiba – tiba dia selalu ingat dengan lingkungan yang dahulu ia tinggal, tempat yang kotor dan kumuh disana. Rasa masakan yang lezat di istana ternyata tak selezat makanan murah di lingkunnganya, mandi di istana ternyata tak semenyenangkan mandi lumpur di tempat asalnya. Dia pun mulai jenuh dengan mahkotanya karena tdak bisa menyanyi semerdu burung bangau yang jahil, tidak bisa menari seindah burung bangau yang polos, dan tak sekonyol burung hantu yang pemalas.
Merpati mulaia menangis  semakin lama semakin kencang, dia merasa kesepian sendiri semakin lama semakin dan gelap akhirnya dia tertidur pulas, didalam mimpi sang putri ia melihat teman – temanya sedang bersedih hati begitupun dengan kedua orang tuanya.
Dia melihat  burung yang sehari – hari sangat jahil padanya mau berdoa untuk keselamatanya, ia melihat kuda poni kesana kemari bertanya dan berusaha mencari dirinya bahkan kuda poni memiliki niatan untuk menerjuni jurang yang dalam untuk mencarinya, kemudian dia melihat burung hantu yang mungkin dalam keseharian tidak pernah memperdulikannya menangis dan tidak bisa tidur karena sangat mencemaskan keadaan merpati, dimana merpati berada, bersama orang baikkah dia sekarang hingga burung hantu menangis di etngah malam.
Dan orang tua si merpati jangan ditanya lagi mereka begitu cemas dan rindu dengan merpati, didalam panjatan doa oleh semua orang yang ia tinggalkan tiba – tiba dia dapat mendengarkannya “ Pulanglah wahai merpati kesanyangan kami, kembalilah kelingkunganmu disini, berusaha nikmatilah cinta yang kami tawarkan walaupun tak banyak, pulanglah kami menyayangimu “.
‘Mendengar itu perasaan merpati semakin kalut dan bergegas untuk segera pulang, kemudian membuang jauh – jauh mahkota yang ada dikepalanya dan mulai berlari sekencang – kencangnya agar belum terlambat’, pikir sang burung hantu. Akan tetapi pada kenyataanya sang merpati tak pernah pulang bahkan member kabar  pun tidak, terkadang memang kita tidak pernah bisa benar – benar memahami bagaimana rasanya menjadi orang lain…
NB : untuk  sahabat – sahabatku aku sayang kalian…..
Pipied ae, 20 Nopember 2010

BERUBAH BUKAN MEMBUANG

           Tak ku ketahui dari mana niatan berubah ini berasal, entah namanya hidayah, maunah, barokah atau apapun itu tak bisa ku bedakan. Tapi aku selalu mengkerutkan keningku jika ada yang bilang begitu, bagiku kata – kata seperti itu sangat menyebalkan dan menyepelekan kuasa Allah, seperti dapat dianalogikan mendapat lotre saja, tanpa adanya usaha kita mau mengerti dan mendengarkan jika Tuhan berkehendak maka akan terlaksana, sungguh enak dan mudah sekali. Tidak – tidak seperti itu, ini bukan seperti itu.
           Bagiku, Berjilbab bukan hal yang sulit cukup hanya mengeluarkan sedikit uang saku untuk kain tipis, kemudian melilitkannya di kepala, kemudian mengatur cara tertawa, memandang, pokoknya mengurangi prilaku yang kurang sopan, kemudian aq mulai mengatur cara bergaulku, dan terakhir adalah dengan cara pandangku. Aku serasa menjadi seorang wanita muda yang merasa penuh dan total.
        Beberapa tahun yang lampau, aku bukanlah orang seperti ini dan sedikitpun tidak pernah terbesit pikiran seperti ini. Sholat, puasa, mengaji dan mengkaji ajaran –ajaran keislaman adalah hal yang baru yang terlihat membuatku tenang dan menang.
Dari sepotong cara pandang dan pikiranku itu aku berubah, sejak saat iku aku menjadi seorang perfeksionis yang pintar beretorika, segera dapat mengecam segala sesuatu dengan keputusan yang tegas tanpa harus berpikir panjang dan terburu – buru. Pikiran – pikiran lama telah aku buang jauh – jauh dan sedikitpun tak pernah aku gunakan.
           Hingga suatu pagi di sela – sela rutinitas aktifitasku kuliah yang menurutku adalah mata kuliah yang membosankan, entah takdir atau apa namanya aku duduk disebelah teman, ya entah kapan kami pernah berteman atau tidak sebelumnya aku sudah lupa. Dia laki – laki yang berambut panjang, bertindik di bibir dan lidahnya, dan jika kami satu kelas sedang membahas sesuatu yang memiliki nilai kemesuman maka dialah maskotnya. Kesimpulan sampai saat itu jika boleh memilih “aku tak suka dia jadi temanku”.
          Semula tidak ada yang nampak penting, iseng – iseng aku memulai pembicaraan hingga ke topik yang cukup menyenangkan, singkatnya dari pembicaraan kami yang mengalir dia berucap “ aku menyukai diriku dan semua kekuranganku, jika memang aku ingin berubah maka kekuranganku tidak untuk dibuang tetapi untuk ku daur ulang”. Tiba – tiba aku menjadi sedikit tersentil dan terus teringat hingga hari – hari berikutnya, aku mulai suka bertanya dan berdiskusi dengannya.
            Tanpa aku sadari aku merasa terpicu untuk pergi keperpustakaan membaca dan meminjam buku, semakin lama semakin banyak buku yang kubaca kemudian aku tanyakan kembali dengan perspektif pemikiranya. Subhanallah tiba – tiba diriku menjadi tersentak dan menyadari bahwa diriku selama ini sangat kecil dan buruk, aku merasa seseorang yang paling benar dengan diriku saat ini hingga semua yang ada pada diriku sebelumnya aku buang jauh – jauh tanpa ada yang kuambil walaupun itu bagian yang baik.
             Semua perubahan yang kulakukan nampak sangat baik dan indah namun kenyataanya perubahan itu lebih buruk dari diriku sebelumnya. Setidaknya sebelumnya meskipun tindakanku sangat buruk tapi aku dengan sehat dapat menyadarinya, sekarang dengan diriku yang baru aku serasa buta meski punya mata, tuli meski ada telinga. Aku begitu sombong dan congkak, begitu nampak indah dan benar diluar bagi mereka yang melihatku karena fisikku saja yang ku benahi, kenyataanya aku adalah seorang pembohong yang jiwanya sempurna sakit.
            Dibalik kemunafikanku syukurku kepada Allah swt aku panjatkan, Tuhanku ternyata tak pernah meninggalkanku, sebaliknya Dia mau mengajarkanku bahwa didunia ini tidak ada yang sepele semuanya diciptakan karena ada sesuatu yang perlu dipelajari dan diambil manfaat oleh mahluknya bahkan dari sesuatu yang sangat buruk. Dan mengajarkan bahwa sesungguhnya kesalehan yang sejati ada pada kerendahan hati, pelajaran ini kudapatkan dengan sangat indah. Demi jilbabku yang akan melena tertiup angin, begitupun akan selalu ingin kupelajari bagaimana cara menjadi seseorang yang sedikit menjadi lebih baik.
            Terimakasih Ya Allah Ya Tuhanku, Terimakasih lelaki asing dan terimakasih teman – temanku…
Pipied ae, 28 september 2010